Oleh Oka Nurlaila
01 April 2020
ASRI Mengadakan Planetary Health Talks di Jakarta

Dalam rangka Hari Hutan Sedunia, Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) terbang dari Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat ke Ibukota Jakarta untuk menggelar Planetary Health Talks. Tujuan acara ini adalah memperkenalkan ASRI lebih luas di Indonesia dan meningkatkan awareness masyarakat mengenai kesehatan alam dan manusia berjalan selaras.

 

Planetary Health Talks mengangkat topik Cara Menyelamatkan Hutan dan Kehidupan diadakan di dua tempat berbeda yaitu di Ruang Komunal Indonesia (Selasa, 19/03) dan Pusat Kebudayaan Amerika Serikat (Kamis, 21/03). Acara ini menghadirkan pembicara utama yaitu Kinari Webb selaku pendiri ASRI dan Mahardika Putra Purba selaku Manajer Konservasi ASRI. Pada hari Selasa pembicara lainnya yang mengisi adalah M. Ari Wibawanto selaku Kepala TN Gunung Palung, Nur Febriani selaku Direktur Eksekutif ASRI dan Nina Finley selaku supporter ASRI. Total peserta yang hadir di dua acara mencapai hampir 100 orang, terdiri dari pelajar, mahasiswa, pemerintah, pegawai swasta, komunitas, NGO, selebriti, dan lain-lain.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada ASRI telah mendukung pemulihan-pemulihan ekosistem yang berada di TN Gunung Palung. Apa yang dilakukan ASRI perlu diacungi jempol dan selaras dengan pendekatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mengedepankan masyarakat sebagai subjek, bukan objek. Ini bisa menjadi pembelajaran bagi pihak lain yang peduli lingkungan,” ujar Direktur Kawasan Konservasi KLHK Ibu Dyah Murtiningsih ketika membuka acara Planetary Health Talks yang digelar ASRI di Pusat Kebudayaan Amerika Serikat pada 21 Maret 2019 malam.

 

 

ASRI membuktikan masyarakat dapat memberdayakan dirinya, sehingga bisa menjaga hutan dan kesehatannya dengan selaras. Sebagai pihak yang tinggal paling dekat dengan hutan, merekalah yang paling tahu cara menjaga kelestarian hutan dan merasakan dampaknya. Tercatat ASRI turut berkontribusi pada penurunan jumlah keluarga penebang hutan hingga 88 persen dan penurunan angka kematian bayi hingga 67 persen dalam kurun waktu 2007 hingga 2017. Tak heran selama hampir 12 tahun berdiri, ASRI memperoleh berbagai macam penghargaan seperti, Disney Conservation Hero 2014, Kalpataru Penyelamat Lingkungan 2016, Whitley Fund for Nature Gold Award Winner 2011 dan 2016, National Geographic Emerging Explorer 2017, dan lain-lain. Pencapaian-pencapaian yang diperoleh tersebut berhasil memikat KLHK beserta para diplomat saat acara Planetary Health Talks di Jakarta.

 

“Berdasarkan laporan PBB tahun lalu, kita hanya punya waktu 11 tahun hingga tahun 2030 untuk memperbaiki masalah emisi karbon. Setiap orang di dunia ini mempunyai peran untuk memberikan solusi. Contoh peran yang dapat Anda berikan adalah membantu masyarakat yang telah menjaga hutan, paru-paru dunia dengan membantu organisasi-organisasi yang bekerja disana, seperti ASRI. Mari kita bekerja sama!,” ujar Kinari Webb saat presentasi di Planetary Health Talks.