Oleh Oka Nurlaila
10 August 2020
ASRI Teens Field Trip Ke Tempat Pembuangan Akhir

Pada hari Jumat 29 Juli lalu ASRI Teens melakukan field trip ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi di Desa Pampang Harapan, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Disana mereka melakukan pengamatan, lalu menuliskan ide dan perasaan mereka dalam selembar kertas kerja. Berikut dua cerita terpilih yang ditulis oleh anggota ASRI Teens.

Remaja Indonesia mengurangi penggunaan plastik

Cerita pertama ditulis oleh Nisa Azharani, berusia 15 tahun, kelas X dari SMA 01 Sukadana.

Perjalanan saya hari ini berawal dari rumah ke ASRI bertemu teman-teman, lalu kami pergi dengan mobil yang telah disediakan oleh ASRI. Sesampainya di Tempat Pembuangan Akhir, hal pertama yang saya lihat adalah sedang terjadinya pembakaran sampah. Disana lahan menghitam dikarenakan abu dari pembakaran tersebut, lalu dikelilingi oleh pohon yang sudah ditebang. Betapa menyesalanya saya tidak peduli terhadap hal seperti ini. Saya juga melihat banyak sekali tumpukan sampah di sepanjang jalan, baunya pun tercium sangat busuk. Genangan-genangan air berubah warna menjadi hijau karena bersatu dengan sampah. Andai saja waktu bisa diulang, mungkin saya tidak akan menambah beban semesta dengan membuang sampah sembarangan. Begitu banyaknya hewan-hewan menderita karena ulah manusia yang satu ini. Dimana-mana sibuk membicarakan krisis pemanasan global tapi menurutku inilah krisis yang sebenarnya. Jika kita terus-terusan menebang pohon, membuang sampah sembarangan, bagaimana yang akan terjadi selanjutnya? Mulai sekarang saya akan mengurangi penggunaan plastik, menjaga lingkungan, mengajak orang di sekitar untuk peduli terhadap lingkungan. Jika alam semesta ini terjaga, yang terkena positifnya kita (manusia) juga. Indah bukan ketika kita melihat pemandangan yang asri dan bersih. Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi :)

ASRI Teens field trip ke tempat pembuangan akhir

Cerita terpilih berikutnya ditulis oleh Kim Bely, berusia 17 tahun.

Saat masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), saya merasa terganggu saat melihat ada pembakaran pohon. Saya berpikir ini terjadi karena orang sekitar kurangnya mengetahui informasi mengenai dampak dari pembakaran. Setiba di TPA yang pasti saya merasa bersalah. Sekarang saja sampahnya sudah bertumpuk sangat banyak padahal TPA itu belum sampai belasan tahun lebih. Bagaimana dengan generasi berikutnya? Jika sampah ini tidak ditindaklanjuti dan dibiarkan maka akan berbahaya bagi makhluk hidup. Terlebih lagi apabila terjadi banjir, saya memikirkan banyaknya sampah yang akan berserakan. Saya juga melihat barang yang seharusnya masih layak digunakan atau dimanfaatkan tetapi ada di TPA itu. Saya berpikir untuk membuat incinerator, yaitu alat pembakaran sampah tanpa polusi udara dan memanfaatkan panas itu sebagai energi listrik, seperti negara-negara di Eropa.

Field trip ke tempat pembuangan akhir


Kita yang lebih dewasa jangan sampai kalah semangat ya dengan adik-adik ASRI Teens. Yuk bersama kita jaga alam dan lingkungan kita, karena manusia tidak akan sehat, tanpa alam yang sehat.