Oleh Oka Nurlaila
05 June 2020
Cegah Logging dengan Beli Produk Pertanian di Harga Normal

“Stimulus konservasi ini dimaksudkan untuk meminimalisir risiko masyarakat kembali ke logging (menebang pohon) karena terdesak kebutuhan ekonomi di situasi pandemi Covid-19.” – Nur Febriani, SKM, MA., Direktur Eksekutif ASRI-

 

Wabah Covid-19 tak hanya menjadi persoalan kesehatan, tapi juga sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat menengah ke bawah. Petani binaan ASRI pun merasakan dampak dari Covid-19, mereka mengalami penurunan drastis pada permintaan beras. Sebelum musim Covid-19 mereka dapat menjual beras sejumlah 1,5 - 2 ton dalam sekali panen dengan harga 10.000 rupiah per kg. Kini di masa pandemi ini mereka hanya dapat menjual 750 kg - 1 ton saja atau setengah dari biasanya, dengan harga yang jauh dari harga normal yaitu hanya 8.000 rupiah per kg. Tentu situasi ini membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga.

Melalui bantuan Covid-19 berupa stimulus konservasi, ASRI membantu para petani yang dulunya bekerja sebagai logger (penebang pohon) atau berpotensi menebang pohon dengan membeli produk mereka dengan harga normal. Para petani sangat bersyukur bahwa ASRI membeli produk mereka dengan harga normal sehingga mereka memperoleh uang yang lebih dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga mereka dan untuk menutupi sebagian biaya pertanian mereka selama masa pandemi ini. ”Stimulus konservasi ini dimaksudkan untuk meminimalisir risiko masyarakat kembali ke logging (menebang pohon) karena terdesak kebutuhan ekonomi di situasi pandemi. Kedepannya kita akan membeli lebih banyak produk lagi dari lebih banyak petani”, kata Direktur Eksekutif ASRI.

Pada kesempatan pertama, ASRI membeli 100kg beras dari beberapa petani yaitu Srimalianto, Kirno dan Suryadi. Beras yang sudah dibeli kemudian dibagikan kepada sepuluh orang pekerja harian reboisasi ASRI di Sedahan dekat koridor orang utan. Sepuluh pekerja harian, masing-masing menerima 10 kg beras, tujuh dari pekerja harian ini (Musa, Abu, Tasin,  Dita, Saita, Ihun dan Sailan) telah bergabung dengan ASRI sejak 2012, sementara tiga orang lainnya (Jono, Sera, Suandi) baru-baru ini bergabung dengan ASRI pada tahun 2019. Kami pun menggunakan tas belanja reusable (produk ASRI) sebagai pengganti kantong plastik untuk membagikan beras-beras tersebut. Sehingga harapannya dengan ini kami juga membantu mengurangi plastik dan mengedukasi masyarakat tentang dampak lingkungan dari plastik tersebut.

Cegah Logging dengan Beli Produk Pertanian di Harga Normal

 

Bantuan Beras untuk Pekerja Reboisasi ASRI

Para pekerja harian lepas ini sangat berterima kasih atas beras yang mereka terima dari ASRI karena seperti yang kita ketahui beras merupakan makanan utama sebagian besar masyarakat Indonesia. Mereka juga mengungkapkan bahwa beras-beras yang mereka terima juga digunakan untuk membuat ketupat dan lontong dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri.

“Saya ucapkan ribuan terima kasih kepada ASRI dari kami masyarakat yang bekerja di reboisasi,” ucap Sailan dari dusun Begasing, setelah menerima bantuan beras. Penerima bantuan lainnya, Abu yang sudah bekerja dengan ASRI sejak 2012, ia berharap tetap dapat bekerja nantinya.  “Harapan kami di masa depan semoga kami dapat tetap bekerja sebagai pekerja harian untuk proyek reboisasi ASRI selanjutnya,” ucap Abu menambahkan.

BACA JUGA: Program Pertanian Organik ASRI