Oleh Oka Nurlaila
31 July 2020
Dukungan Program Stimulus Konservasi ASRI Dalam Membantu Para Mitra Menghadapi Pandemi Covid-19

Situasi saat ini menjadi masa yang sulit bagi semua orang. Wabah Covid-19 tak hanya menjadi persoalan kesehatan, tapi juga sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat menengah ke bawah. Contohnya saja para petani yang mengalami tantangan turunnya permintaan beras yang menyebabkan turunnya harga. Kemudian para mitra UMKM ASRI (mantan penebang) yang memiliki usaha Toko Sembako dan Pedagang Kelontong yang kesulitan memperoleh persediaan barang jualan ataupun berkurangnya permintaan barang.

Melalui Program Stimulus Konservasi yang akan dijalankan selama enam bulan, ASRI membantu dan mendukung ekonomi keluarga para mitra konservasi untuk bisa melewati dan menghadapi pandemi Covid-19. Tujuan dari program ini lebih dari sekedar membantu mitra untuk bertahan di situasi pandemi, tapi juga mencegah mitra masuk kawasan hutan untuk menebang, karena terdesak akan kebutuhan sehari-hari dikarenakan usaha tidak berjalan lancar karena Covid-19.

Mantan Penebang Liar Beralih Mata Pencharian dan berhenti menebang

Dukungan yang diberikan ialah berupa pembelian chainsaw dan menukarkannya dengan bantuan usaha untuk memulai alternatif mata pencaharian lain yang berkelanjutan bagi para mantan penebang liar di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Palung. Kemudian bagi para mitra yang telah bergabung dalam program tukar chainsaw dan mengalami kesulitan menjalankan usaha barunya karena dampak dari Covid-19, maka ASRI mengajak mereka untuk melakukan pembibitan tanaman pohon sebanyak 500 bibit, campuran bibit pohon kayu keras dan bibit pohon buah. Atas usaha mereka dalam kegiatan pembibitan ini, ASRI memberikan bantuan sebesar 1 juta rupiah per bulan. Dengan dukungan cash tersebut, diharapkan para mitra terbantu untuk tidak sampai menebang kembali ke hutan.

Sedangkan para petani binaan ASRI mendapatkan bantuan berupa dibelinya produk tani dengan harga di masa normal. Produk yang sudah dibeli maupun diolah lalu didistribusikan ke masyarakat yang paling memerlukan. Ditargetkan sebanyak 70 mantan penebang liar dan 50 petani mendapatkan manfaat dari program ini. 

Agar bantuan ini dapat tersalurkan dengan baik maka peran Sahabat Hutan (Sahut) ASRI yang menjadi perpanjangan tangan ASRI sangat diperlukan. Peran Sahut adalah membantu mengidentifikasi masyarakat yang ingin menukarkan chainsaw dengan usaha lain yang lebih berkelanjutan. Kemudian mengumpulkan mitra tukar chainsaw yang tertarik untuk membibitkan pohon. Memberikan pelatihan cara pembibitan tanaman pohon yang benar, dan juga memonitoring bibit tanaman mitra tukar chainsaw di lapangan.

Harapannya dana stimulus konservasi ini dapat membantu para mitra ASRI bertahan di masa pandemi. Selain itu semakin meningkatkan kapasitas Sahut dalam pembibitan tanaman. Yang tak kalah penting lainnya adalah Kawasan Taman Nasional Gunung Palung terlindungi dari aktivitas masyarakat yang kembali menebang, dan tersedianya 35.000 bibit yang telah dikumpulkan oleh para mitra untuk kegiatan reforestasi ASRI berkerja sama dengan Balai Taman Nasional Gunung Palung.


Program Stimulus Konservasi ASRI Membantu Para Mitra Menghadapi Pandemi