Oleh Alam Sehat Lestari
23 September 2020
Gaet Yayasan ASRI, Balai TANAGUPA Promosikan Ecopolybag Buatan Masyarakat

Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) berkolaborasi dengan Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) terus mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar Kawasan TANAGUPA. Kali ini kelompok masyarakat yang diberdayakan adalah Kelompok Kayek Melayet Besame yang berasal dari Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang. Pemberdayaan yang dilakukan adalah pembelian kerajinan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dalam bentuk Ecopolybag sebanyak 15.000 unit sampai dengan akhir tahun 2020.

Kayek Melayet Besame adalah kelompok masyarakat yang memiliki izin pemanfaatan HHBK di zona tradisional melalui Kemitraan Konservasi. Kelompok ini terdiri dari 35 orang, dimana 25 orang anggotanya adalah perempuan. Kayek Melayet Besame merupakan spesialis kelompok pengrajin anyaman berbahan dasar bambu, rotan dan resam yang HHBK tersebut dipungut dari dalam Kawasan TANAGUPA. Ecopolybag yang dibuat oleh kelompok ini berbahan dasar bambu yang aman dan tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan.

Ecopolybag ini dapat digunakan sebagai pengganti polybag plastik yang umumnya digunakan untuk pembibitan. Penggunaan polybag plastik kurang ramah lingkungan karena menimbulkan limbah plastik. Dengan adanya ecopolybag dari bambu ini, selain meningkatkan ekonomi kelompok masyarakat, juga mengurangi limbah plastik” ujar Ranto Sihotang sebagai Fasilitator masyarakat di Desa Laman Satong.

Kepala SPTN Wilayah I Sukadana, Bambang H. Trimarsito menuturkan bahwa Balai TANAGUPA selalu mendorong pemberdayaan masyarakat. “Dalam rangka pemberdayaan masyarakat kami selalu mendorong kelompok Kayek Melayet Besame melakukan pengembangan produk kerajinan melalui mitra-mitra TANAGUPA. Kesanggupan kelompok memenuhi perimintaan Yayasan ASRI untuk membuat ecopolybag merupakan salah satu kontribusi kelompok dalam upaya melestarikan kawasan TANAGUPA” ujar Bambang.

Nur Febriani yang merupakan Direktur Eksekutif Yayasan ASRI menyampaikan bahwa Yayasan ASRI sangat gembira dengan adanya Kerjasama ini. “Kami sangat gembira dengan kerjasama ini. Sejak lama ASRI dan Balai Taman Nasional Gunung Palung bekerjasama dalam program penanaman hutan kembali, dan kali ini kami bekerjasama untuk meningkatkan kualitas dari program penanaman kami. Berawal dari keinginan ASRI untuk mencari alternatif polybag agar tidak menghijaukan hutan dengan meninggalkan tumpukan sampah plastik dari polybag. ASRI menghubungi perusahaan-perusahaan biodegradable polybag, namun sayangnya polybag mereka tidak bisa bertahan lama. Kurang dari tiga bulan, polybag mereka akan terurai. Sementara bibit-bibit pohon yang disemai ASRI membutuhkan polybag yang dapat terurai jauh lebih cepat dari plastik, namun cukup tahan hingga bibit pohon kuat untuk ditanam di tanah (sekitar 6 bulan-2 tahun)”.

“Balai TANAGUPA memberikan jawaban atas kebutuhan ini. Kelompok binaan di Laman Satong dikaryakan untuk membuat polybag dari anyaman bambu. Jadi, jika biasanya kami menyemai bibit dalam polybag plastik, kali ini kami menggandeng masyarakat, terutama perempuan, untuk memproduksi polybag ramah lingkungan. Polybag ini terbuat dari bambu yang tadinya merupakan bahan sisa dari ibu-ibu yang membuat anyaman tampi beras. Bisa dibayangkan, ribuan polybag plastik akan digantikan dengan polybag anyaman bambu ini, yang tidak hanya ramah lingkungan karena akan terurai alami, tapi juga membantu perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar hutan” tambah Nur Febriani.

Ecopolybag dari rotan

Sementara itu, M. Ari Wibawanto sebagai Kepala Balai TANAGUPA mengucapkan terima kasih kepada Yayasan ASRI karena sudah mendukung program pemberdayaan masyarakat. “Kami berterima kasih karena Yayasan ASRI terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang kami lakukan. Ecopolybag yang dibuat oleh kelompok Kayek Melayet Besame ini adalah contoh inovasi yang luar biasa dan patut diberikan apresiasi.  Kemitraan konservasi yang digagas oleh Kementerian LHK melalui Ditjen KSDAE memberikan akses yang legal kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan HHBK dari dalam kawasan konservasi. Dengan adanya kerjasama ini semoga dapat membantu meningkatkan ekonomi kelompok masyarakat terutama di tengah tantangan Pandemi Covid-19 ini. Kami bersama para mitra akan terus mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan TANAGUPA” tutup Ari.