Oleh Oka Nurlaila
22 July 2020
Mantan Penebang Liar Beralih Mata Pencaharian Sebagai Nelayan

Terhitung bulan Juli ini sudah ada 159 chainsaw yang diserahkan ke ASRI melalui program Chainsaw Buyback. Ini berarti ada 159 logger yang telah beralih mata pencaharian alternatif dan berkomitmen untuk tidak melakukan illegal logging lagi. Diperkirakan sudah lebih dari 35 ribu pohon terselamatkan melalui dukungan kita.

Kali ini, mari kita berkenalan dengan Pak Jaiz dari Dusun Sebadal, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat yang telah memutuskan untuk berhenti menebang hutan dan menyerahkan chainsaw miliknya pada tanggal 6 Juli lalu.

Pak Jaiz mulai menebang di usia 20 tahun. Setelah pindah ke Sukadana, ia bekerja sebagai nelayan dengan menggunakan sampan. Adanya permintaan kebutuhan kayu yang terus-menerus, Pak Jaiz kembali aktif menebang pohon di dalam kawasan Taman Nasional. Melakukan pekerjaan yang ilegal, ia tertangkap tangan oleh polisi hutan dari Balai Taman Nasional Gunung Palung (BTNGP) beberapa bulan yang lalu. Kemudian rekan-rekan dari BTNGP menghubungkan Pak Jaiz dengan ASRI.

Kepada ASRI, ia bercerita bahwa pohon yang ditebang rata-rata memiliki lingkar sekitar lebih dari 40 cm, dan dapat menghasilkan 2 kubik. Uang yang ia peroleh dari menebang pohon dalam sebulan bisa sekitar 6 juta rupiah. Terkadang ia juga menyewakan mesin gergajinya ke orang lain dengan harga 100 ribu sampai 200 ribu rupiah per kali sewa.

Pak Jaiz yang telah memiliki 3 orang anak ini merasa sangat bersyukur karena ia masih diberikan pilihan dan solusi untuk berhenti menebang dengan diberikannya modal usaha melalui program Chainsaw Buyback dari ASRI. Sehingga ia bisa menafkahi keluarganya tanpa harus khawatir dikejar-kejar dan tertangkap polisi hutan. Modal usaha yang diberikan ASRI ini digunakan untuk membeli kapal beserta alat tangkap ikan.


Mantan Penebang Liar Berhenti Nebang Pohon dan Menjadi Nelayan

Kini Pak Jaiz sudah tidak lagi menebang pohon dan telah kembali bekerja sebagai nelayan. Yuk, kita doakan Pak Jaiz sukses dengan usahanya sebagai nelayan.

Untuk para donatur dan supporter yang baik hati, kami ucapkan ribuan terima kasih atas dukungannya untuk program ini, sebuah kado untuk bumi. Semoga rezekinya semakin lancar karena telah menyelamatkan pohon-pohon dari penebangan, dan membukakan pintu rezeki lain bagi para mantan penebang hutan.

BACA JUGA: Penjelasan Program Chainsaw Buyback