Oleh Desti Aulia Safitri
09 July 2021
di Umum , Umum
Persaingan Menjadi Raja

Pada zaman dahulu, ada sebuah kerajaan bernama Bumandhala yang dipimpin oleh seorang raja bijaksana bernama Raja Adikara. Kerajaan Bumandhala memiliki hutan yang sangat luas. Raja memiliki dua orang putra yang bernama Pangeran Abra dan Pangeran Acitya. Pada suatu ketika Raja mengalami kebimbangan karena sudah saatnya Ia turun tahta dan memilih satu diantara kedua putranya untuk menjadi raja selanjutnya.

Suatu hari Raja membuat sebuah kompetisi untuk kedua putranya “Wahai Putraku, sudah saatnya aku memberikan gelar raja ini ke salah satu diantara kalian. Untuk itu aku akan memberikan kalian masing-masing wilayah hutan untuk kalian kelola, jika kalian bisa membawa keuntungan yang besar dan membuat makmur kerajaan, ialah yang berhak untuk menjadi raja. Wilayah hutan dibagian barat akan dikelola oleh Pangeran Abra, dan wilayah dibagian selatan akan diberikan pada Pangeran Acitya."

Setelah mendapat perintah dari sang ayah, para pangeran bergegas untuk pergi ke hutan, bersama dengan para prajurit yang lainnya. Di hutan bagian barat kerajaan, Pangeran Abra berpikir keras bagaimana caranya agar ia mendapatkan sebuah keuntungan yang besar. Setelah ia berpikir panjang maka ia memutuskan akan merubah hutan menjadi sebuah lahan pertanian “Esok hari kita akan bekerja keras, kita akan mulai menebang pohon besok” titah pangeran Abra.

Sedangkan di hutan bagian selatan, Pangeran Acitya sedang menuju daerah hutan untuk mempelajari hal apa yang bisa dimanfaatkan dari hutan. Kedatangannya disambut baik oleh para penghuni hutan “Wahai Pangeran saya mendengar kabar bahwa saat ini anda sedang ingin mengelola hutan ini, maka izinkan saya untuk mengajak anda berkeliling disekitar hutan ini” kata gajah. Pangeran Acitya terkagum dengan banyaknya keanekaragam hayati yang terdapat di dalam hutan.

Ketika mereka selesai melihat-lihat, pengawal pangeran bertanya “Apa yang akan anda lakukan dengan hutan ini pangeran? Saya mendengar kabar bahwa Pangeran Abra akan merubah hutan menjadi lahan pertanian seutuhnya, apakah anda akan melakukan hal yang sama?” Pangeran Acitya sangat terkejut mendengarnya, ia berkata “Aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu, bagaimana nasib penghuni hutan jika aku menebang pohon-pohon itu, mereka tidak akan mempunyai tempat tinggal lagi, jika hal itu terjadi maka kepunahan tidak akan mungkin terelakan”. “Lalu apa yang akan Anda lakukan pangeran?” Tanya pengawal itu. “Setelah berkeliling hutan tadi, banyak sekali hasil dari hutan yang bisa kita manfaatkan, seperti memanfaatkan getah pohon karet, memanfaatkan sari pohon aren untuk dijadikan gula, membuat anyaman dari rotan, dan masih banyak hal lainnya yang bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan keuntungan tanpa harus merusak hutan” Jawab Pangeran Acitya. Mendengar jawaban dari pangeran, maka pengawal segera bergegas menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.

Waktu terus berlalu, Raja menerima kabar bahwa pangeran Abra mendapatkan keuntungan lebih besar dibandingkan pangeran Acitya. Mendengar hal tersebut Raja segera menuju ke wilayah hutan yang dikelola pangeran Abra. Tetapi, ditengah perjalanan, Raja dikejutkan dengan suara tangisan seekor kera “Wahai kera mengapa kau menangis?”. Kera menjawab “Aku sangat sedih. Aku dan keluargaku sudah tidak memiliki tempat tinggal dan adikku saat ini sedang sakit. Ia sangat kelaparan, susah sekali menemukan buah untuk dimakan”. Raja bingung, baru kali ini ia mendengar kabar buruk di wilayahnya “Memangnya Apa yang terjadi dengan tempat tinggalmu?”. “Rumah kami sudah dirusak, pohon-pohon ditebangi, kami kehilangan tempat bernanung sekaligus tempat kami untuk mencari makan”.

Mendengar jawaban dari kera membuat Raja marah, Raja segera bergegas untuk melihat secara langsung. Sesampainya disana ternyata semua benar, hutannya benar-benar gundul. Raja sedih melihat apa yang telah dilakukan pangeran Abra. Timbul dibenaknya apakah pangeran Acitya melakukan hal yang sama? Disertai rasa takut, Raja segera pergi ke wilayah Pangeran Acitya. Syukurlah ternyata semua baik-baik saja. Bahkan lebih baik daripada sebelumnya. Pangeran Acitya mengurus hutan dengan sangat baik.

Raja memanggil seluruh masyarakat kerajaan untuk mengumumkan siapa yang berhak untuk menjadi raja selanjutnya. “Saya telah memutuskan, yang akan menjadi raja selanjutnya adalah Pangeran Acitya” Abra marah mendengarnya “Tapi Raja, aku adalah orang yang mendapatkan keuntungan lebih banyak” Mendengar protes itu, Raja menjadi semakin marah “Apa artinya keuntungan jika rakyatmu menderita. Tanpa pohon akan terjadi kekeringan yang parah. Ketika hujan datang, banjir akan menjadi bencana. Pohon juga memiliki peran dalam membersihkan udara, tanpa itu maka akan berdampak pada kesehatan. Sistem pertanian juga akan berubah karena suhu dan curah hujan berubah. Hutan menunjang sistem makanan alam dan manusia. Pangeran Abra kau akan dihukum atas apa yang kau lakukan.” Pangeran Abra menyesali perbuatannya. Ia akhirnya menyadari, hidup tanpa pohon akan menyebabkan sebuah kehancuran.