Oleh Oka Nurlaila
09 March 2021
Upaya ASRI Mencegah Terjadinya Kebakaran Hutan Dan Lahan

Di awal bulan Februari intensitas hujan mulai rendah di hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat, termasuk daerah Kabupaten Kayong Utara. Memasuki pertengahan bulan Februari, suasana pagi di Sukadana terlihat tidak seperti biasanya, yaitu pemandangan bukit peramas yang megah diselimuti kabut pagi yang indah berganti dengan kabut asap tipis yang menyelimuti seluruh bukit. Peringatan potensi mudahnya terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pun telah disiarkan melalui akun media sosial @info_bmkg_kalbar.

 

Sebagai organisasi nirlaba yang bergerak di bidang kesehatan dan konservasi hutan, Alam Sehat Lestari (ASRI) melakukan upaya-upaya pencegahan karhutla untuk berkontribusi membantu pemerintah menjaga kawasan hutan dengan melibatkan masyarakat yang tinggal di kawasan hutan. Upaya-upaya tersebutlah adalah berupa patroli api, pembersihan batas api, penyediaan peralatan pemadaman api, dan pelatihan manajemen pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

 

Patroli Api Cegah Karhutla

Patroli api dilakukan pada siang dan malam hari oleh staf reboisasi ASRI dan Sahabat Hutan di sekitar kawasan reboisasi kerjasama ASRI dan Balai Taman Nasional Gunung Palung. Sedangkan pembersihan batas api dikerjakan oleh tim reboisasi, mulai dari menebas rumput, ilalang, dan pakis menggunakan pemotong rumput. Setelah itu, ditepikan menggunakan alat pencakar. Batas api yang memiliki lebar 10 meter ini berguna mengurangi potensi menjalarnya api di kawsan hutan lainnya. Selanjutnya penyediaan peralatan pemadaman api juga disiapkan di lokasi-lokasi reboisasi seperti sprayer, mesin air, mesin tebas, jerigen, kepyok, dan pencakar.

 

Guna meningkatkan kemampuan dan pengetahuan staf dan masyarakat, ASRI mengundang Balai Taman Nasional Gunung Palung dan Manggala Agni untuk memberikan penjelasan terkait manajemen pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Peserta yang hadir terdiri dari 25 Sahabat Hutan, 2 staf reboisasi ASRI, 2 staf umum ASRI, dan perwakilan dari 7 Kantor Desa. Mereka adalah perwakilan masyarakat yang tinggal berbatasan dengan kawasan tanagupa. Selain mendapatkan materi, peserta berkesempatan praktek teknik pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibimbing langsung oleh Manggala Agni Daopas Ketapang. Upaya lainnya adalah memasang spanduk edukasi terkait bahaya karhutla dan covid-19 di beberapa dusun yang rawan terjadinya karhutla, dan siaran edukasi di Radio Kayong Utara.

 

upaya pencegahan karhutla oleh ASRI di kawasan hutan Kalimantan

“Saya sangat terkesan dengan pelatihan ini karena saya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan tentang teknis yang benar dana man saat menangani kebakaran hutan dan lahan. Saya berharap bisa mengikuti pelatihan seperti ini lagi, supaya semakin bertambah lagi ilmu yang didapat. Semoga ilmu ini bisa kami terapkan apabila terjadi karhutla di wilayah kami,” ucap Siti Nurbaya, salah satu peserta pelatihan yang juga seorang Kepala Dusun Senebing.

 

“Menghadapi covid, kita masih bisa lepas masker di rumah atau di luar sepanjang tidak berdekatan dengan orang, dan bernafas dengan lega. Tapi menghadapi covid ditambah karhutla, kita tidak bisa melepas masker untuk bernafas dengan lega. Kabut asap akan terus ada di sekeliling kita, 24 jam, dan kita tidak bisa lari kemana-mana. Apakah kita siap untuk berbulan-bulan menghirup asap yang menyesakkan?”, ucap Nur Febriani selaku Direktur Eksekutif ASRI saat memberikan sambuatan di acara pelatihan manajemen pengendalian karhutla.