Donation
List Blog

Bibit Harapan Untuk Hutan dari Sukardi

Di usia 58 tahun, Sukardi telah menunjukkan kepada kita bahwa dedikasi terhadap alam tidak pernah mengenal usia. Sebagai seorang pekerja serabutan, keseharian Sukardi bervariasi mulai dari mencari daun nipah untuk atap hingga membuat sampan. Namun, ada satu kegiatan yang membawanya lebih dekat dengan alam: membantu kegiatan reboisasi.

“Saya senang bisa ikut membantu mencabut bibit,” katanya dengan penuh semangat. Sukardi yang tinggal di Dusun Semanjak, Desa Benawai Agung, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara ini bukan sekadar pencari nafkah, ia adalah seorang penjaga hutan. Dari hutan di sekitar dusunnya, ia mencari bibit-bibit pohon asli seperti ubah (Syzygium spp.), bintangor (Calophyllum sp.), dan pulai (Alstonia scholaris). Melalui tangannya, bibit-bibit dari hutan sekitar tempat tinggalnya akan tumbuh dan menghijaukan kembali hutan yang telah terdegradasi.  

Bibit-bibit ini diambil oleh Sukardi dari hutan yang tidak dilindungi. Lalu diserahkan ke pesemaian untuk dipindahkan ke dalam polybag. Lalu dirawat hingga siap ditanam di lokasi reboisasi. Setiap bibit yang Sukardi cabut dan serahkan kepada ASRI adalah harapan baru bagi hutan di masa depan.

Dari aktivitas ini, Sukardi bisa memperoleh penghasilan yang stabil, yang bagi banyak orang di desanya adalah berkah yang besar. Dalam sehari, ia bisa menghasilkan hingga Rp. 600.000, cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, yang lebih besar dari penghasilan ini adalah rasa bangga dan kebermanfaatan yang ia rasakan. “Selain membantu kegiatan reboisasi ASRI, hasilnya juga bisa membantu untuk menafkahi keluarga saya,” ujarnya penuh syukur.

Kisah Sukardi adalah bukti bahwa setiap langkah kecil menuju pelestarian alam akan menghasilkan perubahan besar. Setiap pohon yang ia cabut dari hutan sekitar tempat tinggalnya untuk ditanam lagi di lahan terdegradasi agar menjadi hutan kembali itu akan menjadi paru-paru bumi, melindungi tanah dari erosi, dan menciptakan habitat untuk satwa liar yang terancam. Dalam setiap bibit yang ia bawa dari hutan, Sukardi melihat masa depan untuk dirinya, keluarganya, dan alam yang ia cintai.

Keterlibatan Sukardi dan masyarakat lokal lainnya adalah model bagaimana kita semua bisa berperan dalam menjaga bumi ini. Program ASRI yang melibatkan warga setempat dalam reboisasi adalah contoh nyata bahwa masyarakat sekitar hutan bisa menjadi garda terdepan dalam pelestarian lingkungan. Kita semua bisa belajar dari semangat Sukardi, bahwa kepedulian terhadap alam bisa dimulai dari tindakan kecil—dari satu bibit yang ditanam, dari satu langkah yang kita ambil.

Jadi, saat kita melihat hutan, mari ingat bahwa pohon-pohon itu mungkin dimulai dari tangan-tangan sederhana yang penuh cinta dan keikhlasan. Bagi Sukardi, setiap bibit yang ia tanam adalah bentuk warisan bagi generasi mendatang. Apa yang bisa kita lakukan untuk bumi ini? Mungkin kita bisa mulai seperti Sukardi—dengan satu bibit, dengan satu langkah kecil, demi alam yang lestari.